Main Ads

Senin, 16 Mei 2011

Tutorial SAP2000 Part.3 (Versi Indonesia)

Alhamdulilah setelah lama tidak melakukan posting, akhirnya sekarang bisa. Postingan ini merupakan lanjutan dari postinga sebelumnya


3. Area Sections
Menu Define area section disini berfungsi untuk memasukkan input property dari mass area yang akan digunakan dalam perencanaan. Seperti dalam merencanakan pelat, dinding geser dkk. Tutorial ini akan menjelaskan sedikit tentang proses mendefinisikan pembuatan pelat (karena keterbatasan pengetahuan penulis :D)

Click modify atau add new section. Kemudian akan mucul koyak seperti gambar dibawah:
A = Berfungsi untuk menginput jarak antar tulangan yang direncanakan, namun dapat dikosongkan untuk merencanakan jarak tulangan. Dengan mengeclick modify maka kemudian akan muncul kotak seperti pada gamabr di bawah.


4. Load Case
Load case dalam SAP2000 digunakan sebagai input dalam beban-beban yang akan digunakan dalam penghitungan SAP2000 

Sap2000 sendiri telah menyediakan stringe dalam penginputan beban-beban yang akan digunakan. Mulai dari DEAD, LIVE, RAIN, QUAKE, SUPERDEAD, SNOW, etc. Tinggal kita dalam perencanaannya akan menggunakan berapa banyak input dalam pembebananya.

5.NLINK Property
NLINK Properties digunakan untuk memberikan input damper, isolator, Gap, Hook didalam perencanaan bangunan. Cara mamasukkan NLINK properties, yaitu:
· Property Name dari NLINK atau memakai default name dari SAP2000.
· memilih Property type apakah akan menggunakan :Damper , Gap , Hook , Plastic1 , Isolator1 or Isolator2 by clicking on theType drop down box.
· menginput property Mass, Weight and Rotational Inertias.
· Memilih arah pergerakan yang akan direncanakan dari NLINK (U1,U2,U3,R1,R2,R3)
  R= Rotation, U=displacement.
· Input data property dari NLINK seperti Stiffness, Damping, Yield Strength, Post Yield Stiffness Ratio and exponents etc. dengan mengeclick Modify/Show Properties button.
· Click OK setelah finish
6. Analysis Case
Menu ini digunakan untuk merubah atau menambahkan analysis case yang ada. Dalam contoh ini saat ingin melakukan analisis PUSHOVER maka load case DEAD LOAD yang mulanya analisis linear dapat dirubah menjadi non-linear dan kemudian membuat analisisi case PUSHOVER yang akan saya berikan nanti .

Menu ini di SAP 2000 berfungsi untuk memasukkan data combination yang akan kita gunakan. Apakah akan menggunakan kombinasi DL dan LL saja atau kombinasi DL, LL, RL dan lain-lain yang  telah distandarkan oleh SNI.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google +1